Summer in New Zealand

Kia Ora!

Kemarin malam kami baru saja kembali ke tanah air setelah berlibur Natal dan Tahun Baru di New Zealand. Selama sepuluh hari kami dimanjakan oleh pemandangan New Zealand yang sangat spektakuler. Sungguh sangat berat bagi saya untuk meninggalkan negeri cantik ini, menghirup udara New Zealand yang segar, menikmati hamparan pegunungan dan padang rumput yang hijau, merasakan kehidupan kota-kota di New Zealand yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota metropolitan seperti Jakarta, menggigil kedinginan di Pulau Selatan dan disengat teriknya matahari Pulau Utara.

Mendekati hari kepulangan kami, saya sudah ancang-ancang untuk membuat rencana mengunjungi bagian-bagian lain dari New Zealand yang tidak sempat kami kunjungi kemarin. Mumpung visa turis kami masih berlaku sampai tahun 2016.

Sepuluh hari adalah waktu yang sangat singkat untuk menguak kecantikan New Zealand. Meski demikian saya sangat bersyukur dapat merasakan secuil keindahan negara ini. Berikut adalah catatan rute perjalanan kami selama di New Zealand, yang sebagian besar ditempuh melalui perjalanan darat. Rincian tempat wisata, dan review penginapan akan saya tulis lebih lanjut.

HARI 1: CGK-SYD-CHC
Setelah menempuh perjalanan udara selama sepuluh jam, yang terbagi menjadi dua penerbangan, dan transit di Sydney selama tiga jam, yang saya gunakan untuk menumpang mandi, kami akhirnya tiba di Christchurch, New Zealand sekitar jam tiga sore.

Proses imigrasi berlangsung cepat dan lancar, begitu pula proses pengambilan bagasi, yang lama adalah proses pemeriksaan bea cukai. Seperti negara tetangganya, Australia, New Zealand sangat ketat dalam urusan bea cukai. Secara garis besar, produk-produk segar seperti sayur dan buah-buahan; produk-produk hewani seperti susu, madu, produk ikan; tanaman dan biji-bijian, peralatan olahraga yang terkontaminasi oleh tanah, narkotika dan obat-obatan terlarang tidak diperbolehkan masuk ke New Zealand.

Semua bahan makanan kering yang kami bawa (mie instan, kecap, sambal) lolos, yang disita hanyalah Tolak Angin milik mama saya, karena mengandung madu. Mungkin saking banyaknya orang Indonesia yang membawa masuk Tolak Angin ke New Zealand, petugas bea cukai sudah hafal, dan itulah hal pertama yang ditanyakan oleh petugas saat tahu bahwa kami adalah wisatawan Indonesia.

Berhasil keluar dari bea cukai, kami langsung mengurus proses peminjaman mobil sewaan dan membeli kartu sim lokal untuk keperluan komunikasi dan internet. Setelah proses pengambilan mobil sewaan yang cukup lama, kami langsung melaju ke tempat penginapan kami selama di Christchurch, Ashleigh Court Motel.

Malam itu kami pergi ke Westfield Shopping Centre, Riccarton, untuk mencari makan malam dan berbelanja kebutuhan pangan, sebagai persiapan semua toko dan restoran tutup di hari Natal.

HARI 2: Willowbank Wildlife Reserve, Re: Start Mall, dan Christmas Mass at St. Teresa’s Catholic Church, Riccarton
DM sangat suka sekali melihat binatang, maka di setiap perjalanan kami saya selalu menyempilkan kunjungan ke kebun binatang, khusus untuk menyenangkan DM. Pagi ini kami pergi ke Willowbank Wildlife Reserve dengan waktu tempuh sekitar lima belas menit dari motel kami.

Pulang dari Willowbank Wildlife Reserve, kami pergi ke daerah pusat kota untuk melihat Re: Start Mall, yang merupakan kompleks perbelanjaan yang terbuat dari container, untuk makan siang. Lalu saya dan DM pulang ke motel untuk beristirahat, sementara keluarga saya yang lain lanjut ke Westfield Shopping Centre untuk berbelanja lagi.

Malamnya kami mengikuti Misa Malam Natal di Gereja St. Teresa yang tidak jauh dari motel. Sungguh sebuah pengalaman yang berbeda mengikuti Misa Malam Natal di New Zealand.

Salah satu cafe di Re: Start Mall, Christchurch

Salah satu cafe di Re: Start Mall, Christchurch

HARI 3: Akaroa
Di hari Natal, kami mengunjungi Akaroa yang berjarak sekitar 81 km dari Christchurch, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Kami ngemil-ngemil di pinggir pantai, sementara DM asyik main di playground umum. Sayang sekali restoran fish and chips, yang katanya the best fish and chips in town tutup di hari raya Natal ini, jadi kami tidak bisa mencicipinya.

Malamnya, saya, DM dan DD, berjalan-jalan di sekitar motel dan menikmati Riccarton House and Bush, di mana DM kegirangan melihat bebek-bebek liar asyik berenang di sungai kecil.

Pemandangan Akaroa dari atas bukit.

Pemandangan Akaroa dari atas bukit.

HARI 4: Franz Josef Glacier
Hari ini kami meninggalkan Christchurch dan menempuh jarak sejauh 382 km menuju Franz Josef Glacier di sisi barat Pulau Selatan. Kami menyempatkan makan siang di kota pesisir pantai Hokitika, sebelum melanjutkan perjalanan ke Glacier Country.

Sampai di Franz Josef Glacier, kami langsung melakukan walking trail menggunakan rute Forest Walk to Glacier View. Kami hanya menikmati pemandangan glacier dari bawah, agak kurang greget karena memang sedang musim panas dan saljunya tidak terlalu banyak. Sedangkan DM sangat menikmati bermain air di sungai kecil, padahal airnya sangat dingin. Malamnya, kami beristirahat di Glacier Gateway Motel.

HARI 5: Queenstown
Pagi ini seharusnya kami mengunjungi Lake Matheson di Fox Glacier, sayang sekali ketika sampai di sana hujan turun, sedangkan untuk mencapai tepi danau perlu berjalan kaki sekitar 20 menit. Kami pun batal ke sana, karena agak ribet melakukan walking trail bersama batita di tengah rintik hujan.

Perjalanan pun kami lanjutkan ke daerah selatan, yaitu kota Queenstown. Kota turis yang merupakan pintu dari berbagai macam atraksi dan pemandangan yang menakjubkan. Jarak yang kami tempuh dari Franz Josef Glacier adalah 327 km. Kami berhenti di kota Wanaka, yang terletak di tepi danau Wanaka selepas Mount Aspiring National Park, untuk makan siang.

Sampai di Queenstown sudah sore, setelah check-in ke rumah sewaan yang saya pesan melalui AirBnB, kami langsung ke pusat kota untuk menikmati danau Wakatipu dan sisa-sisa Boxing Day Sale! Lumayan saya mendapatkan beberapa baju untuk DM dengan harga miring. Kami juga ikut mengantri membeli Fergburger yang legendaris itu untuk makan malam.

HARI 6: Milford Sound via Te Anau
Milford Sound adalah alasan utama kenapa kami ke Queenstown. Merupakan salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi saat berada di New Zealand, tentulah tak boleh kami lewatkan.

Jarak dari Queenstown ke Milford Sound adalah sekitar 293 km, dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Saya sudah booking Mitre Peak Cruise secara online untuk cruise jam sebelas siang, jadi kami berangkat dari rumah sekitar jam empat pagi, membelah kesunyian kota Queenstown yang sedang terlelap.

Cruise berlangsung selama kurang lebih dua jam. Mengarungi fiordland yang misterius dan agung, sebelum akhirnya kapal berputar di pintu masuk Milford Sound di Laut Tasman.

Di perjalanan pulang kembali ke Queenstown, kami berhenti di kota Te Anau untuk makan siang dan berfoto-foto di tepi danau Te Anau. Malamnya kami hanya leyeh-leyeh di rumah, karena semua sangat lelah dan keesokan hari kami harus terbang ke Auckland.

Milford Sound yang penuh misteri.

Milford Sound yang penuh misteri.

HARI 7: ZQN-AKL
Hari ini kami meninggalkan si cantik Queenstown untuk terbang ke kota terbesar di New Zealand, Auckland dengan maskapai Jetstar. Penerbangan sepanjang 1 jam 50 menit berjalan mulus, dan kami tiba di Auckland Airport sekitar pukul dua siang. Lagi-lagi kami harus menunggu agak lama dalam proses pengambilan mobil, dan lagi-lagi DM sangat kebosanan, sehingga saya harus menghiburnya dengan beberapa hadiah kecil yang memang sudah saya siapkan di dalam busy bag-nya.

Mobil sudah di tangan, kamipun meluncur ke pusat kota untuk mencari makan siang dan check-in ke apartemen tempat kami menginap malam ini, St. Martins Waldorf Apartment. Sesudahnya kami bertiga berjalan ke pusat kota, untuk melihat-lihat.

Meninggalkan Pulau Selatan.

Meninggalkan Pulau Selatan.

HARI 8: Hobbiton Movie Set Tours, Matamata, dan Te Puia, Rotorua
Pukul setengah delapan pagi kami sudah berada di jalan lagi untuk menuju kota Matamata, di mana Hobbiton Movie Set Tours berada. Perjalanan sepanjang 176 km ditempuh selama kurang lebih dua jam. Saya juga sudah membeli tiket secara online untuk tour pukul 10.30.

Seusai tour, kami makan siang di kota Matamata sebelum melanjutkan perjalanan ke Rotorua untuk melihat Maori Village dan Geothermal Valley di Te Puia. Kami tiba di Te Puia jam tiga sore, bertepatan dengan pertunjukan Haka Dance pukul 3.15. Setelah pertunjukan selesai kamipun berkeliling melihat Pohutu Geyser di kompleks Te Puia.

Hari ini kami bermalam di RotoVegas Motel.

Bag End.

Bag End.

HARI 9: Waitomo Glowworm Caves, dan Auckland
Hari ini kami berkendara kembali ke kota Auckland, melalui Waitomo Glowworm Caves. Jarak yang ditempuh dari Rotorua ke Waitomo Glowworm Caves adalah 141 km.

Kami dibuat terpukau oleh kecantikan glowworm di dalam gua, yang sayangnya hanya sangat sebentar.

Seusai makan siang di cafe kami meluncur ke Auckland, dan bermalam di Tetra Waldorf Hotel Apartments.

Di pusat kota, lagi-lagi saya kalap berbelanja baju untuk DM. Malam itu kami makan malam di sebuah food court keren bernama Elliot’s Stables. Dan karena sudah kelelahan, malam pergantian tahun kami lewatkan dengan tidur di apartemen.

HARI 10: Auckland Zoo, dan Albert Park
Tidak ada itinerary khusus untuk hari terakhir kami di New Zealand. DD pun mempunyai ide untuk mengajak DM ke Auckland Zoo, sementara mama dan saudara saya memutuskan untuk berjalan-jalan di pusat kota saja.

Saya, DD, dan DM pun pergi ke Auckland Zoo dengan menumpang bus umum. Selain binatang, DM juga senang sekali naik bus. Beberapa kali DM meminta saya untuk naik bus. Jadi hari ini benar-benar digunakan untuk menyenangkan DM.

Setelah dari Auckland Zoo, kami kembali ke apartemen agar DM bisa tidur siang di tempat tidur, setelah berhari-hari dia harus tidur siang di car seat, sementara saya melipir lagi ke pusat kota untuk melanjutkan belanja dan membeli sedikit oleh-oleh untuk keluarga DD.

Sorenya, kami berjalan-jalan ke Albert Park, yang tidak jauh dari apartemen kami. DM senang sekali melihat hamparan rumput yang luas, dia pun langsung golar-goler di rumput, dan ketika saya ajak minum di drinking fountain, kegembiraannya makin bertambah, dan tidak bisa berhenti untuk minum dari drinking fountain. Bahagia itu sederhana dan murah sekali 🙂

Burung Kea di Auckland Zoo.

Burung Kea di Auckland Zoo.

Sore yang sangat berangin itu pun mengakhiri liburan musim panas kami di New Zealand. Subuh keesokan harinya kami sudah menuju Auckland International Airport untuk kembali ke Indonesia.

Sampai bertemu lagi New Zealand! Kami pasti akan kembali.

Advertisements

3 thoughts on “Summer in New Zealand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s