Bermain dengan Kucing di Kafe Kucing

Kalau anak Anda penyuka binatang seperti anak saya, bermain di kafe kucing bisa dijadikan salah satu opsi kegiatan untuk si kecil.

Di Jepang, yang memang negara penyuka kucing, kafe kucing berserakan di mana-mana. Sekarang tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jepang untuk merasakan kafe kucing, karena ada dua kafe kucing yang baru saja buka di Jakarta pada bulan Februari lalu (lucunya setelah saya Google, dua kafe ini bukanya hanya selisih dua hari, dan dua-duanya berlokasi di Kemang yang cukup berdekatan): @cutiecatscafe dan @thecatcabinjakarta.

door

Sedikit back story, awalnya saya hanya tahu tentang Cutie Cats Cafe, makanya tadi sore saya mengajak DM ke sana. Namun saat perjalanan pulang, ketika kami terjebak macet di dekat La Codefin, mata saya tertumbuk pada sebuah logo bergambar kucing dengan tulisan The Cat Cabin. DM yang juga melihat logo tersebut langsung bertanya, “apa itu?” mungkin dia pikir kita akan main dengan kucing lagi. Saya pun menjawab tak tahu. Begitu kami sampai di rumah, saya langsung berkonsultasi dengan mbah Google.

Hasil konsultasi dengan mbah Google menghasilkan fakta bahwa ternyata HTM The Cat Cabin lebih murah! Penting banget ini buat emak-emak pintar medit seperti saya, sayang saya tahunya belakangan.

Sebagai informasi, di Cutie Cats Cafe HTM-nya dipatok sama untuk dewasa maupun anak-anak sebesar IDR 55.000/orang untuk satu jam pertama, sedangkan untuk tambahan waktu dikenakan biaya IDR 38.500/jam. Sedangkan di The Cat Cabin HTM-nya IDR 50.000/orang dewasa dan IDR 35.000/anak-anak usia 2-10 tahun untuk satu jam pertama, dan tambahan waktu dikenakan IDR 30.000/jam untuk orang dewasa dan IDR 20.000/jam untuk anak-anak.

Karena tadi saya ke Cutie Cats Cafe, maka saya akan membahas pengalaman kami bermain dengan kucing di sana. Sehari sebelumnya saya menghubungi Cutie Cats Cafe menanyakan lokasi (di jalan satu arah McD Kemang menuju La Codefin, di ruko-ruko sebelah kiri jalan setelah belokan kanan pertama), apakah tersedia makanan berat untuk manusia (tidak, hanya kue dan minuman saja), HTM, dan apakah harus membuat reservasi (kalau mau buat reservasi boleh, tapi biasanya hari biasa tidak terlalu penuh, jadi kalau mau walk-in juga boleh). Saya pun membuat reservasi supaya tidak perlu menunggu lama. Demi kenyamanan bersama jumlah pengunjung di dalam ruangan memang dibatasi. Tadi saya lihat, ketika di dalam ruangan sudah mulai ramai dengan pengunjung, staf Cutie Cats Cafe sibuk menghitung banyaknya orang di dalam ruangan.

Berbekal informasi dari staf Cutie Cats Cafe meluncurlah saya dan DM ke Kemang, DM sangat gembira sekali ketika tahu dia akan bermain dengan kucing. Store sign Cutie Cats Cafe di luar sangat kecil, kalau saja tadi jalanan tidak macet, saya pasti terlewat. Kafenya sendiri berada di lantai dua sebuah ruko, sedangkan lantai bawahnya adalah sebuah toko baju.

menu

Pilihan menu.

Begitu masuk ke area resepsionis langsung terasa feel Jepangnya, dari para staf yang mengenakan celemek, slippers, dan desain interiornya. Di sini kita diharuskan membayar HTM dan kalau mau memesan makanan atau minuman bisa sekalian. Setelah membayar kita akan diberikan tag yang tertulis nama dan jam masuk serta jam keluar, kita juga dipersilakan untuk menggunakan slippers yang sudah disediakan, kemudian staf akan memberitahukan peraturan-peraturan di sana: tidak boleh menggendong kucing, mainan kucing jangan sampai kena mata kucing, jangan membangunkan kucing tidur, dan jangan menarik ekor kucing.

feedingtime

Kucing-kucing nggak sabar untuk makan.

feeding

Saat kami datang sekitar pukul empat sore, sebagian besar kucing sedang tidur, saya agak kecewa karena DM jadi tidak bisa puas main dengan kucing. Tapi tak lama kemudian adalah waktu pemberian makan, dan ajaibnya kucing-kucing ini seperti tahu waktu makan mereka. Semuanya langsung bangun dari tidurnya atau turun dari singgasananya dan berbondong-bondong berdiri di pintu masuk menunggu makanan dibagikan oleh seorang staf. Pemberian makan ini cukup seru sih, setelah kucing-kucing pada makan mereka jadi punya tenaga untuk main-main.

Jangan ditanya bagaimana senangnya DM bermain dengan kucing di sini. Selama ini dia selalu suka mengejar-ngejar kucing liar di jalanan. Beberapa kali DM bertanya kepada saya apakah ia boleh memegang kucing tersebut, yang tentu saja saya tolak mentah-mentah. Itupun kadang saya suka kecolongan, karena anaknya gesit sekali, tahu-tahu ia sudah mengelus-elus seekor kucing liar. Nah di kafe kucing ini DM bebas mengelus-elus kucing sesuka hati tanpa perlu mendengar ocehan saya. Tak hanya belaian, dia juga mencium seekor kucing, memeluknya, dan beberapa kali mencoba menggendongnya, yang terakhir saya larang karena memang tidak diperbolehkan oleh pihak kafe.

interior

Area kucing.

Area kucing di Cutie Cats Cafe ini kecil, saya datang di hari biasa dan suasana cukup ramai (nggak kebayang gimana ramainya kalau weekend) dan terasa sesak di dalam.

Ruangannya bersih dan tidak bau kucing. Terus terang saya tidak suka binatang, jadi hidung saya sensitif dengan bebauan binatang. Yang bau justru makanan kucing.

cats

cats2

Kucing-kucingnya juga terawat dan sehat, saya kurang tahu jenis-jenis kucing tapi menurut teman saya yang merupakan penggemar kucing, kucing-kucing di Cutie Cats Cafe sebagain besar adalah ras-ras unggulan yang harganya mahal.

food

Untuk makanan, saya sempat mencoba cat cupcake-nya rasanya enak dan moist, sedangkan Ice Caramel Cappuccino-nya biasa saja tidak terlalu spesial. Hati-hati dengan makanan Anda ketika berada di dalam, karena kucing-kucing juga penasaran ingin mengicipi makanan manusia. Beberapa kucing sempat ingin menyeruput Cappuccino saya hehehe…

Oh ya… kami janjian dengan salah satu teman sekolah DM untuk bermain di sini, tapi mereka datangnya telat, jadi kami hanya bertemu sebentar sebelum saya dan DM pulang. Beberapa waktu kemudian teman saya telepon dan menceritakan kejadian yang menimpa anaknya sesudah saya pulang. Jadi anak teman saya ini sedang bermain dengan seekor kucing, kebetulan di dekatnya ada sepasang ABG yang juga bermain dengan kucing tersebut. ABG ini sepertinya memancing-mancing kucing tersebut untuk lebih aktif, nampaknya si kucing terganggu dan langsung mencakar dan menggigit anak teman saya yang berada di dekatnya.

Lukanya tidak terlalu parah sampai anak teman saya harus dilarikan ke rumah sakit, tapi tentu saja membuatnya menangis dan trauma. Teman saya langsung menginterogasi staf Cutie Cats Cafe apakah kucing tersebut sudah disuntik rabies? Menurut pengakuan staf sih semua kucing sudah disuntik, mereka juga langsung menyediakan obat steril untuk mengobati luka anak teman saya.

Semoga hal ini menjadi hal pembelajaran bagi para pengunjung yang datang untuk tidak memprovokasi kucing, para orang tua yang harus lebih waspada, dan pihak Cutie Cats Cafe untuk tidak hanya memperhatikan kesejahteraan kucing-kucingnya saja, tapi juga keselamatan pengunjung.

dm

Main sama kucing sampai gegulingan.

Pengalaman kami sendiri di Cutie Cats Cafe cukup menyenangkan, well… paling tidak DM senang sekali. Saya sih pada dasarnya tidak suka binatang, kalau tidak mengantar DM juga saya tidak akan ke sini.

Mungkin lain kali saya akan mengajak DM ke The Cat Cabin.

Tips bermain dengan kucing di kafe kucing:
1. Bagi para orang tua yang membawa anak, ingatkan dan awasi anak untuk memperlakukan kucing dengan lembut. Anak-anak kan suka tidak menyadari berapa besar kekuatannya, jangan sampai tindakan afeksi anak justru mengagitasi kucing. Atau jika anak sedang bermain dengan kucing yang juga sedang dimainkan oleh orang lain, sebaiknya anak dijauhkan dan suruh bermain dengan kucing lain. Jangan sampai anak kita jadi korban seperti kasus teman saya di atas, khususnya untuk balita yang masih belum bisa membela diri.

2. Kalau membawa anak balita, bawalah kaus kaki untuk menjaga kebersihan kakinya dan kebersihan ruangan kucing, karena tidak disediakan slippers untuk anak-anak.

3. Tidak perlu membawa tas ke dalam ruangan (mungkin bisa ditinggal di mobil, dan bawa uang secukupnya saja), karena di dalam akan sibuk main dengan kucing, kalau bawa-bawa tas jadi agak ribet.

4. Buatlah reservasi agar tidak perlu menunggu lama.

5. Datanglah ketika jam pemberian makan, bisa ditanyakan kepada staf kapan jam pemberian makan.

6. Tetaplah berhati-hati, bagaimanapun juga kita berinteraksi dengan binatang, no matter how domesticated they are.

Selamat bermain dengan kucing! Miaaoww…

Advertisements

One thought on “Bermain dengan Kucing di Kafe Kucing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s