Sabtu Pagi di Taman Margasatwa Ragunan

Ini kali kedua kami mengajak DM ke Taman Margasatwa Ragunan. Kunjungan pertamanya adalah di tahun 2013, saat ia berusia satu tahun. Jadi sudah saatnya kami menyegarkan kembali ingatannya tentang Taman Margasatwa Ragunan (padahal alasan sebenarnya sih lagi pelit aja, anaknya minta pergi ke kafe kucing, saya agak enggan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk bermain bersama kucing selama satu jam. Biaya ke Taman Margasatwa Ragunan jauuuuh lebih murah, dan lebih banyak binatang yang dilihat).

Kunjungan kali ini DM membawa sepeda roda tiganya.

Ternyata tidak banyak perubahan selama dua tahun ini, bahkan harga tiket masuknya pun masih sama: Rp 4.500,- untuk orang dewasa, dan Rp 3.500,- untuk anak usia 3-12 tahun. Murah meriah sekali kan? Makanya nggak heran kalau Taman Margasatwa Ragunan selalu ramai saat akhir pekan dan musim liburan. Banyak orang berbondong-bondong ke Ragunan, kebanyakan sekalian piknik keluarga.

Sekilas sejarah mengenai Taman Margasatwa Ragunan yang saya intip dari situs resminya: Didirikan tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin, kebun binatang ini merupakan kebun binatang pertama di Indonesia dan waktu itu berlokasi di daerah Cikini, di area seluas sepuluh hektar, yang merupakan pemberian dari Raden Saleh. Pada tahun 1964, Kebun Binatang Cikini dipindahkan ke daerah Ragunan, Jakarta Selatan, dan di tahun 1966, Taman Margasatwa Ragunan diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin.

Pohon-pohon besar nan rindang menghiasi seluruh area Taman Margasatwa Ragunan.  Mengutip informasi dari situs resmi Taman Margasatwa Ragunan:

Sebuah taman seluas 147 hektar dan berpenghuni lebih dari 2.000 ekor satwa serta ditumbuhi lebih dari 50.000 pohon membuat suasana lingkungannya sejuk dan nyaman.

Mata langsung jadi segar melihat pemandangan hijau royo-royo dimana-mana, yang sayangnya tidak dibarengi dengan menghirup udara yang segar juga, karena masih banyak orang dengan seenak jidatnya merokok dimana-mana. Sekali lagi saya sangat kecewa dengan para perokok yang terlalu egois. Memang ini adalah area terbuka, tapi ini adalah area yang 50% pengunjungnya adalah anak-anak, lagipula asap rokok juga tidak baik untuk kesehatan para binatang kan? Ayolah lebih sadar diri untuk tidak merokok di tempat umum, khususnya yang banyak dikunjungi anak-anak, dan untuk pemerintah daerah juga lebih tegas lagi menjalankan peraturan yang ada.

Padahal di area Pusat Primata Schmutzer, yang memang dikenakan biaya tiket ekstra, benar-benar area bebas asap rokok, dan saat masuk semua barang bawaan diperiksa, rokok dan semua makanan akan diambil oleh petugas. Jadi di area Pusat Primata Schmutzer sangat nyaman sekali. Bersih dan segar. Kenapa peraturan tentang rokok ini tidak sekalian diberlakukan di seluruh area Taman Margasatwa?

wpid-img_20130820_233520

Kunjungan kali ini kami tidak masuk ke Pusat Primata Schmutzer, karena di kunjungan yang lalu kami sudah masuk ke sana. Harga tiket masuk Pusat Primata Schmutzer adalah Rp 6.000,- untuk hari biasa dan Rp 7.500,- untuk akhir pekan dan hari libur, harga berlaku untuk usia tiga tahun ke atas.

Di dalam Pusat Primana Schmutzer.

wpid-img_20130820_233621

wpid-img_20130820_233732

Selain keluhan saya tentang asap rokok, jalan-jalan ke Taman Margasatwa Ragunan sangat menyenangkan bagi DM. Bagi saya sih biasa aja, karena saya pada dasarnya kan tidak suka binatang.

Kami selalu datang di pagi hari, sampai di Ragunan sekitar pukul delapan pagi, dan pulang sebelum jam makan siang, karena walaupun banyak pohon rindang di Taman Margasatwa Ragunan, udara Jakarta tetaplah lembap dan panas, semakin siang, tentu saja semakin panas.

Sabtu itu Taman Margasatwa Ragunan cukup ramai, tapi mengingat luasnya area Taman Margasatwa Ragunan, jadi tidak terasa sesak sama sekali. Tapi menurut saya perbandingan luas area Taman Margasatwa Ragunan tidak sebanding dengan banyak binatang yang berada di dalamnya, alias binatangnya terlalu sedikit untuk sebuah taman yang begitu luas. Beberapa binatang ‘penting’ seperti jerapah dan singa juga tidak nampak batang hidungnya. Entah kenapa.

Banyak pengunjung juga masih bandel memberikan makanan pada binatang-binatang, padahal sudah ada papan larangan memberikan makanan pada binatang. DM sampai laporan ke saya kalau dia melihat beruang sedang makan biskuit!

DM berkenalan dengan Burung Onta.

wpid-img_20130820_233331

wpid-img_20130820_233359

Area favorit saya adalah area sentral, dimana terdapat air mancur besar, di dekat Pusat Primata Schmutzer. Mendengar suara air bergemiricik, sinar matahari pagi menyentuh kulit, pohon-pohon dan tanaman yang cantik terawat, rasanya nyaman sekali. Meski tidak sesejuk tempat lain yang jauh lebih rindang, tapi pemandangan di sini jauh lebih kece. Lain kali, kalau kami akan piknik di Ragunan, saya pasti akan memilih untuk menggelar tikar di bawah salah satu pohon di area sentral ini.

Area favorit DM tentu saja adalah tempat bermain di dekat area sentral. Dua tahun lalu kami tidak mampir di tempat bermain ini karena DM masih terlalu kecil. Kunjungan kali ini, DM langsung minta naik dinosaurus (kereta dengan rel di atas), begitu ia melihat area bermain ini dari kejauhan. Jadi kami menghabiskan cukup banyak waktu di sini. Lagi-lagi semua atraksi di Taman Margasatwa Ragunan cukup terjangkau, satu kali permainan dibandrol dengan harga Rp 5.000,- (satu koin). DM sukses naik dinosaurus sebanyak dua kali, dua macam kereta api, dan jadi pilot helikopter sebanyak dua kali juga.

DM & DD naik dinosaurus.

Selain tempat bermain di dekat area sentral, di dekat pintu utara juga terdapat playground atau yang dinamakan Children’s Zoo. Untuk masuk ke area ini dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 2.500,-. DM tidak sempat bermain di area ini, tapi saya lihat cukup banyak alat pemainannya, dan beberapa di antaranya masih baru. Lain kali, kami harus mencoba playground ini.

Burung Pelikan. Area ini cantik sekali, asyik juga duduh-duduk di pinggir kolam sambil memandangi burung pelikan, sayangnya area ini juga sangat ramai.

Burung Pelikan di dekat pintu utara. Area ini cantik sekali, asyik juga duduh-duduk di pinggir kolam sambil memandangi burung pelikan, sayangnya area ini juga sangat ramai.

Mengenai kebersihan Taman Margasatwa Ragunan saya perlu acungi jempol. Walaupun banyak orang yang sedang piknik dan membawa makanan, tapi Taman Margasatwa Ragunan cukup bersih. Ya… masih ada satu, dua orang yang belum sadar diri dan masih membuang sampah sembarangan, tapi secara keseluruhan Taman Margasatwa Ragunan bisa dibilang bersih. Saya tidak sempat menggunakan toilet, jadi saya kurang tahu mengenai kebersihan area toilet.

Untuk tujuan wisata di Jakarta yang pasti akan disukai anak dan ramah di kantong orang tua, Taman Margasatwa Ragunan ini sangat saya rekomendasikan!

Tips jalan-jalan ke Taman Margasatwa Ragunan
1. Datanglah pagi-pagi supaya tidak terlalu panas.
2. Bawalah bekal dan tikar kalau mau sekalian piknik.
3. Jagalah kebersihan, buanglah sampah di tempatnya.
4. Jangan merokok di dalam Taman Margasatwa Ragunan, hormati kesehatan pengunjung lain yang tidak merokok, khususnya anak-anak.
5. Sepeda bisa dibawa masuk ke dalam Taman Margasatwa Ragunan dengan tambahan biaya Rp 1.000,- (sepeda anak-anak gratis).
6. Kalau mau lebih seru lagi bisa naik Trans Jakarta untuk ke Ragunan, halte Trans Jakarta terletak persis di depan pintu utara.

Selamat ke Ragunan!

Advertisements

6 thoughts on “Sabtu Pagi di Taman Margasatwa Ragunan

  1. Bonnita says:

    Ada singanya loh disana, ada unta beruang madu juga hehehe emang luas banget ya
    Kalau jerapah pas aku pergi pertama kali ada tuh yg di tmpt ada kayak tiang tinggi gitu (dekat tmpt gajah) tp terakhir uda ga ada ga tau kenapa

    Like

  2. leonyhalim says:

    Tiap kali yang bikin gue males ke ragunan, ya karena MIL sempet bawa 2 ponakan pas liburan, dan dia cerita di sana memang orang pada merokok, plus cari makan susahnya minta ampun (jajanannya tipe yang …you know what I mean lah…). Jadi gue urung melulu mau ke sana ditambah lagi jauh ya dari sini. Semoga nanti suatu saat kalo suami mau, kita berangkat ke situ hehe.

    Like

    • restlesslittlefeet says:

      Iya rokoknya itu lho malesin banget, tapi untungnya Ragunan itu cukup luas, jadi ya bisa ngeles sana sini kalo ada yang ngerokok.

      Makanan emang susah di sana, jadi bawa sendiri aja dari rumah buat bekal anak. Kalo gue biasanya pagi sarapan dulu, terus nyampe sana kan sekitar jam 8, terus muter-muter 2-3 jam, sekitar jam 11 pulang dan cari makan di luar. Untuk si bocah sih gue bawaain snack aja buat dia nyemil-nyemil.

      Like

  3. bluedladera says:

    wah tiketnya murmer ya.. gw baru tau.. dl pernah acara kantor suami disini, ruamenya ga kira2, plus harus jalan ya krn mobil hrs parkir di depan. wkt itu lagi hamil jaejun jd berasa capek bgt, skrg kl dgr kata ragunan, yg keinget cm capek, panas dan sumpeknya aja hahhaha
    sptnya perlu gw cb skali lagi kesana bw anak2 ya..haha

    Like

    • restlesslittlefeet says:

      Murah meriah banget Liv. Mayan lah kalo anak-anak nagih liat binatang yang paling murah ya Ragunan. Cuma memang rame sih (ya karena murahnya itu), makanya dateng pagi-pagi, pulang sebelum makan siang. Nggak bisa makan siang di dalem juga sih karena nggak ada resto yang memadai. Bawa stroller ya bu, Ragunan gede banget soalnya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s