Bermain dan Belajar di Perpustakaan Umum Provinsi DKI, Taman Ismail Marzuki

Minggu lalu lini masa Facebook saya penuh dengan informasi mengenai Perpustakaan Umum Provinsi DKI yang baru saja dibuka di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM).

Melihat foto-foto perpustakaan yang keren, lengkap dengan taman bermain yang luas dan berbagai mainan edukatif lainnya, tentu saja langsung membuat saya ingin mengajak DM ke sana. Apalagi dengan iming-iming semua orang dapat masuk dan menggunakan fasilitas dengan gratis! Jiwa emak-emak irit saya pun langsung muncul.

Hari Senin, di awal bulan Juni, saya janjian dengan salah satu teman yang memiliki anak seumuran DM untuk main bareng di Perpustakaan Umum TIM.

1

Tampak luar.

Tidak susah untuk menemukan perpustakaan ini. Dari pintu gerbang utama TIM, petugas langsung mengarahkan saya ke arah kanan, tepat di sebelah Planetarium. Meski siang itu cukup ramai, saya langsung dapat parkir tepat di depan pintu masuk perpustakaan. Jika dibandingkan dengan gedung Planetarium di sebelahnya, gedung perpustakaan ini terlihat keren dan mentereng.

10

Lantai dasar, area pameran. Bagian registrasi berada di balik pintu kaca.

Di pintu masuk, saya disuruh mengisi buku tamu oleh petugas dan kemudian diarahkan ke dalam untuk registrasi. Saya menukarkan KTP saya dengan sebuah kunci loker. Semua barang bawaan wajib untuk disimpan di dalam loker, khususnya makanan dan minuman. Menurut saya ini ide yang sangat bagus sekali untuk menjaga kebersihan area perpustakaan. Kalau anak-anak lapar atau haus, bisa turun ke lantai dasar untuk makan dan minum, sebelum kembali ke area perpustakaan.

Saya dan DM pun langsung naik ke lantai dua, tempat area anak-anak. Lantai satu adalah area untuk buku-buku dewasa, dan lantai tiga untuk buku-buku referensi. Ruang ibu dan bayi juga berada di lantai tiga, tapi saya tidak sempat melihat lantai satu dan tiga.

Siang itu lantai dua perpustakaan ini cukup ramai, banyak sekali ayah dan ibu membawa anak-anaknya, yang rata-rata berusia sekolah dasar ke bawah, untuk bermain dan membaca. Sungguh pemandangan yang mewah untuk bisa dirasakan di Indonesia, karena perpustakaan ini benar-benar bagus! Seperti layaknya perpustakaan umum di luar negeri.

Area di lantai dua dibagi menjadi dua bagian, area baca dan mainan edukatif, dan area playground.

4

Area baca.

6

Area mainan edukatif kayu.

5

Di area baca terdapat rak-rak buku yang penuh dengan buku bacaan untuk anak-anak. Anak-anak bebas mengambil buku dan membacanya di karpet atau di meja dan kursi warna-warni yang tersedia.

Selain buku, terdapat juga rak yang penuh dengan berbagai jenis mainan edukatif dan puzzle. Mainannya semua masih baru, bahkan banyak yang masih terbungkus dengan plastik. Lantai di area ini beralaskan foam warna-warni, jadi anak-anak bebas bermain di lantai. DM puas sekali bermain dengan berbagai mainan kayu.

Yang saya suka lagi dari perpustakaan ini, pencahayaan ruangan sangat baik, karena terdapat banyak cahaya alami dari jendela-jendela besar. AC juga bekerja dengan baik dan sangat sejuk, meskipun keadaan cukup ramai.

Area playground dipisahkan oleh pintu kaca, untuk memasuki area ini alas kaki harus dilepas. Sayang sekali tidak disediakan rak sepatu, sehingga sepatu berserakan dimana-mana. Hal ini bisa dijadikan bahan pertimbangan pihak pengelola, untuk menambahkan rak-rak sepatu.

Ketika saya menginjakkan kaki di area playground ini, udara panas langsung menyambut saya. Ternyata area ini merupakan area semi-outdoor yang tidak memiliki AC atau kipas angin. Udaranya sangat pengap, tidak ada sirkulasi udara, dan tentu saja panas. Sebaiknya pengelola memasang banyak kipas angin agar udara dapat berputar dengan baik.

Tapi suhu udara yang gerah tidak mengurangi semangat anak-anak untuk bermain. Ruangan ini sangat luas dan beralaskan karpet. Anak-anak bebas berlarian ke sana-kemari.

Di salah satu dinding terdapat rak-rak yang lagi-lagi penuh dengan mainan edukatif. Jumlahnya banyak dan semua masih baru. Jadi walaupun ada banyak anak, semuanya pasti akan kebagian mainan.

2

8

Ruangan yang sangat luas.

Selain mainan edukatif kayu, di ruangan ini tersedia mobil-mobilan, motor-motoran, skuter, dan ride-on untuk batita. Jumlahnya pun cukup banyak, anak-anak dapat bermain bergantian tanpa harus berebutan.

DM yang tidak punya mobil-mobilan yang bisa dinaiki di rumah, tentu saja girang bukan kepalang ketika menemukan mainan ini.

3

motor

Terdapat kursi tunggu yang jumlahnya cukup banyak, jadi orangtua bisa duduk-duduk sambil mengawasi anak.

Untuk area playground-nya sendiri sebenarnya tidak terlalu besar, jika dibandingkan playground yang ada di pusat perbelanjaan. Tapi cukup menarik untuk anak-anak balita.

Sebenarnya playground ini dikhususkan untuk anak di bawah usia lima tahun, tapi kemarin saya sempat melihat beberapa anak usia sekolah dasar ikut bermain. Ya tidak bisa disalahkan sih, karena namanya anak-anak pasti senang bermain di playground. Sayangnya kakak-kakak ini memiliki tenaga yang jauh lebih besar dan pola permainannya lebih brutal, sehingga membahayakan anak-anak balita. Menurut saya sebaiknya dibangun satu playground lagi yang dikhususkan untuk anak-anak di atas lima tahun.

Selain itu, anak-anak tidak diwajibkan memakai kaos kaki di area playground ini. Sebaiknya pemakaian kaos kaki diwajibkan, karena saya lihat foam alas playground sudah mulai terlihat kotor. Pemakaian kaos kaki bisa menjaga kebersihan area playground lebih lama.

7

9

Walau masih terdapat kekurangan di sana-sini, tapi saya sangat puas dan bangga terhadap PemProv DKI yang mampu menghadirkan perpustakaan yang begitu bagus.

Saya berharap setiap orang yang datang ke Perpustakaan Umum Taman Ismail Marzuki ini dapat ikut serta menjaga dan merawat semua fasilitas yang ada di perpustakaan ini. Karena sungguh sangat sayang, jika perpustakaan sebagus ini umurnya tidak bertahan lama hanya karena ketidakpedulian para penggunanya. Dan semoga saja, ke depannya lebih banyak lagi fasilitas yang tersedia di perpustakaan ini, dan PemProv DKI membangun lebih banyak lagi perpustakaan-perpustakaan di Jakarta.

Tips mengunjungi Perpustakaan Umum DKI, Taman Ismail Marzuki:
1. Jangan lupa membawa KTP.
2. Bawalah kaos kaki untuk anak dan orangtua.
3. Ikut serta merawat semua fasilitas yang ada, dengan menggunakan mainan atau buku dengan sebagaimana mestinya.

Liburan sekolah sudah tiba, yuk ajak si kecil bermain dan belajar di perpustakaan!

Perpustakaan Umum Provinsi DKI, Taman Ismail Marzuki
Jam buka: Senin-Jumat Pk 09.00-16.00, hari Jumat istirahat siang 1 jam. Sabtu, Minggu dan hari libur nasional tutup.
(Catatan: setelah diresmikan pada tanggal 22 Juni 2015 nanti, rencananya akan buka hingga Pk 20.00, termasuk hari Sabtu dan Minggu (sumber))

Advertisements

2 thoughts on “Bermain dan Belajar di Perpustakaan Umum Provinsi DKI, Taman Ismail Marzuki

  1. bonnitakristanti says:

    wah seru banget iniii… pingin kemari jadinya..
    temenku tanya itu KTPnya mesti KTP Jakarta kah? (soalnya KTP dia bekasi hihihi)…

    Like

    • restlesslittlefeet says:

      Nanti kalau udah buka Sabtu Minggu bisa ajak anak-anak ke sana, Bon.

      Aku rasa KTP apa aja bisa masuk. KTP cuma untuk tukerin kunci loker aja kok. Kayak sebagai jaminan gitu. Nggak dilihat juga sama petugasnya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s