Jadi Turis di Bandung dengan Bus Bandros

Ketika sedang merencanakan liburan singkat ke Bandung sebelum hari Lebaran minggu lalu, salah satu hal yang saya masukkan ke itinerary adalah naik Bus Bandros, city tour bus yang lagi ngehits di Bandung itu.

Seperti layaknya anak kecil pada umumnya, DM senang sekali naik berbagai moda transportasi. Lebaran tahun lalu, saya mengajak DM naik Bus Trans Jakarta untuk pertama kalinya, dan dia senang bukan main. Berulang kali dia mengatakan ingin naik bus lagi.

Karena kami belum sempat naik Bus Mpok Siti, jadi naik Bus Bandros dulu deh (biasa kan begitu, yang jauh malah udah, yang dekat malah belum ;p).

Saya mendapatkan informasi mengenai cara memesan dan membeli tiket Bus Bandros via akun Instagram @busbandros. Pemesanan hanya dapat dilakukan via WhatsApp di nomor 085793559911, tinggal menyebutkan tanggal yang diinginkan dan jumlah orang yang akan naik Bus Bandros. Admin pun akan membalas mengenai ketersediaan tempat. Kalau semua sudah dikonfirmasi, tinggal mentransfer total biaya (IDR 25.000/orang) ke rekening Bank Mandiri yang akan diberikan, lalu kirimkan foto bukti transfer ke admin. Admin akan mengirimkan e-tiket via WhatsApp juga, dan reservasi kita sudah terjamin. Sangat praktis dan mudah.

Meski begitu saya agak deg-degan juga karena nomor rekening Bank Mandiri yang diberikan adalah rekening atas nama pribadi, bukan atas nama perusahaan atau PemKot Bandung. Takut terjadi tindak penipuan. Saya sampai mengecek nomor WhatsApp berkali-kali, supaya tidak salah. Pada akhirnya saya hanya bisa pasrah.

Meeting point Bus Bandros adalah di Taman Cibeunying. Kalau tidak tahu Taman Cibeunying di sebelah mananya Bandung (seperti kami) gunakan saja Google Maps. Taman Cibeunying sendiri tidak besar, tapi tersedia lahan parkir yang memadai di bahu jalan.

Kami naik Bus Bandros pada slot pukul tiga sore, dan Bus Bandros pun datang tepat waktu. Petugas akan memanggil sesuai dengan urutan pemesan. Pengunjung tentu saja mengincar untuk duduk di atas, kami pun sebenarnya masih bisa untuk duduk di dek atas, tapi cuaca sore itu agak sedikit gerimis. Kami membawa tiga anak kecil dan tidak membawa topi atau penutup kepala. Jadi kami memutuskan untuk duduk di dek bawah saja daripada anak-anak jadi sakit karena kehujanan dan terkena angin. Sebenarnya di dek atas ada penutup, petugas mengatakan akan membuka penutup tersebut kalau hujan deras, tapi karena sore itu hanya gerimis kecil, penutup tersebut tidak dibuka.

Bandung Tour on Bus (Bandros). Mobil pengunjung dapat diparkir di bahu jalan seperti mobil biru di foto ini.

Nama Bandros sendiri adalah kepanjangan dari Bandung Tour on Bus, selain itu Bandros juga merupakan nama dari kue khas Jawa Barat (saya sih tahunya kue tersebut adalah Kue Pancong bukan Bandros). Bus Bandros ini merupakan salah satu ide dari walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil, untuk memajukan pariwisata kota Bandung. Menurut pemandu Bus Bandros, Bandung merupakan salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia.

Menurut saya bentuk Bus Bandros ini sangat keren, seperti gabungan San Francisco tram dan London Double Decker Bus. Benar-benar berasa turis lah kalau naik Bus Bandros ini.

bandros4

Di tengah-tengah perjalanan, ketika anak-anak sudah mulai bosan duduk di bawah, saya mengajak DM dan salah satu sepupunya untuk duduk di dek atas sebentar. Duduk di atas sangat seru karena saat bus melewati pohon dan kabel listrik, para pengunjung harus menundukkan kepalanya. Seru sekaligus deg-degan, hehehe… Selain itu duduk di dek atas memang lebih segar, polusi tidak terlalu tercium seperti kalau duduk di dek bawah, dan tiupan angin juga lebih terasa. Sungguh sayang hari itu agak gerimis, sehingga kami tidak bisa berlama-lama duduk di atas.

bandros13

Saya kurang hafal rute perjalanannya, karena saya kurang hafal jalan Bandung. Namun beberapa jalan yang saya kenali adalah Jl. Dipenogoro, Jl. Asia-Afrika, Jl. Braga, Jl. Banda, dan Jl. R.E. Martadinata. Sambil bus berjalan, pemandu akan memberi penjelasan mengenai bangunan-bangunan yang dilewati.

Salah satu yang saya sukai dari kota Bandung adalah banyaknya bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang masih terjaga dan terawat dengan baik, dan fasadnya belum diubah menjadi bangunan minimalis moderen. Semoga hal ini terus dipertahankan oleh warga dan pemerintah kota Bandung, agar kecantikan kota Bandung terus terjaga.

Gedung Sate.

Gedung Sate.

bandros1

bandros12

Oh ya Jl. Asia-Afrika itu benar-benar cantik sekali sekarang. Kudos untuk Kang Ridwan! Alun-alun kota Bandung yang tersohor itu juga tampak keren sekali, sayang kami tidak sempat mampir ke sana.

bandros9

Monumen KAA Bandung difoto dari Bus Bandros.

Monumen KAA Bandung difoto dari Bus Bandros.

bandros11

Gedung Merdeka, museum KAA.

Saya pribadi sangat senang naik Bus Bandros ini, dapat menikmati Kota Bandung dari kacamata turis, harganya pun ramah di kantong. Kalau DM dan sepupu-sepupunya, setelah semua keseruan naik bus dan duduk di dek atas berlalu, mereka memilih untuk tidur siang! Angin sepoi-sepoi kota Bandung memang membuai siapa saja untuk jatuh tertidur.

Bus Bandros
Tarif: IDR 25.000/orang
Pemesanan: 085793559911 (WhatsApp)

Advertisements

12 thoughts on “Jadi Turis di Bandung dengan Bus Bandros

  1. mamipapa says:

    Wah…berarti kl ke Bandung lagi gw harus naik ini nih, sekilas kaya bus Harry Potter haahhaah

    Sayang kmrn ke Bandung nggak kemana2, berarti kudu nunggu tahun depan semoga masih bus nya (lebih cakep di banding Jakarta punya)

    Like

  2. bonnitakristanti says:

    Wah kerennn.. pingin naik juga..
    Btw kalau anak2 harganya sama juga ya?
    Kmrn di blog lain bilang wa nya lama jawabnya uda gt bisnya ga on time. Tp kmrn kamu ga merasa begitu ya.. jd mgkn kebetulan aja.
    Iya bener kombinasi sf tram sama double decker hehehe..

    Like

    • restlesslittlefeet says:

      Harganya sama Bon untuk anak-anak.
      Iya WA kadang-kadang lama, tapi pasti dibalas. Karena orangnya nggak selalu stand by cek WA, kayaknya sih salah satu petugas on board yang juga jawab-jawabin WA.
      Bus on time nggak-nya tergantung traffic juga sin kayaknya. Karena Bandung kan macet juga.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s