Menyewa dan Menyetir Mobil di New Zealand

Catatan: Tulisan ini sudah ngendon di draft saya cukup lama, karena saya malas meng-edit foto. Dan tulisan mengenai perjalanan kami ke New Zealand juga sudah sangat #latepost banget! Tapi saya akan cicil satu per satu, selain untuk berbagi juga sebagai catatan saya supaya tidak lupa. 

———-

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, perjalanan kami menjelajahi New Zealand sebagian besar ditempuh dengan perjalanan darat. Kami memutuskan untuk menyewa mobil dan menyetir sendiri agar lebih fleksibel, karena dalam rombongan kami ada seorang batita. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman kami menyewa dan menyetir mobil di New Zealand.

Menyewa Mobil
Selain penyewaan mobil berskala internasional yang sudah dikenal seperti Avis, Budget, Thrifty, New Zealand memiliki beberapa penyewaan mobil lokal seperti Go Rentals, Jucy, Ezi, Scotties.

Kebetulan kami menyewa mobil dari dua provider lokal New Zealand: Scotties untuk mobil di Pulau Selatan, dan Go Rentals untuk mobil di Pulau Utara. Alasannya sederhana saja sih karena dua provider ini masih memiliki jenis mobil yang kami inginkan.

Rombongan kami terdiri dari lima orang dewasa dan satu anak. Peraturan New Zealand mengharuskan anak di bawah umur tujuh tahun untuk duduk di car seat selama mobil melaju. Artinya kami membutuhkan mobil 7-seaters untuk mengangkut kami berenam dan koper-koper kami.

Bulan Desember adalah high season di New Zealand, semua provider multinational yang saya sebutkan di atas sudah tidak mempunyai stok mobil 7-seaters, yang tersisa adalah mobil-mobil sedan. Saya sampai hampir putus asa, dan sudah mempertimbangkan untuk menyewa dua mobil sedan. Maka ketika Scotties dan Go Rentals masih mempunyai stok mobil 7-seaters saya langsung memesannya, walaupun untuk tarif penyewaan mobil di Pulau Selatan sangat mahal.

rentcar8

Mobil di Pulau Selatan: Nissan Serena.

Di Pulau Selatan kami dikenakan oneway rental fee, sebesar NZD200, karena mengembalikan mobil bukan di tempat pengambilannya (kami berkendara dari kota Christchurch ke Queenstown).

Penambahan aksesoris seperti car seat, GPS, dikenakan biaya tambahan sekitar NZD35-50 per penyewaan. Biaya opsional lainnya adalah asuransi dan penambahan jumlah pengemudi. Tarif sewa sebenarnya sudah termasuk biaya asuransi yang basic, tapi kalau mau mengurangi jumlah excess bisa membeli tambahan asuransi sekitar NZD15-23 per hari. Sedangkan untuk penambahan jumlah pengemudi, saya sih tidak membayar meskipun yang menyetir ada dua orang, DD dan kakak saya.

rentcar5

DM sudah duduk manis di car seat-nya, like a boss! Oh ya car seat ini baru lho! Bahkan masih ada tag-nya ketika kami pakai.

Saat pengambilan saya perhatikan hanya provider multinational yang memiliki counter tepat di terminal kedatangan, kantor provider lokal rata-rata berada di luar bandara, tapi bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Mereka juga menyediakan jasa drop-off dan pick-up. Ketika tiba di bandara, baik waktu di Christchurch maupun di Auckland, kami hanya perlu menelepon provider dan mereka menjemput kami di depan terminal sebelum membawa kami ke kantor mereka untuk menyelesaikan urusan administrasi.

rentcar1

Kantor Go Rentals di Auckland Airport.

rentcar2

Shuttle car Go Rentals.

Ketika mengembalikan mobil di Queenstown, kami hanya perlu memarkir mobil tersebut di lapangan parkir sebuah Gereja dan meninggalkan kuncinya dalam sebuah drop box, karena Scotties tampaknya tidak memiliki kantor perwakilan di bandara Queenstown. Sedangkan untuk Go Rentals, karena kami mengembalikan mobil di luar jam kerja (sekitar pukul empat pagi) prosedurnya adalah mengembalikan mobil tersebut di sebuah area parkir bandara, di sana ada staf yang menjaga, tapi dengan tambahan biaya sebesar NZD35.

Berkendara di New Zealand
Jika dibandingkan menyetir di Jakarta yang semrawut dan penuh tantangan, maka menyetir mobil di New Zealand sangatlah mudah. Kuncinya hanya satu, yaitu taati semua peraturan dan rambu.

Rambu-rambu di jalanan New Zealand sangat jelas, di setiap tikungan ada speed limit, di pinggir jalan raya terpampang rambu-rambu untuk aturan parkir, papan penanda jalan juga sangat jelas. Ikuti saja, dan perjalanan pun akan lancar dan mulus.

Saat melalui Candy’s Bend di State Highway 73, dalam perjalanan menuju Franz Josef Glacier, cukup menegangkan karena tingkat elevasi jembatan ini adalah 16 derajat dan cukup berliku. Tapi semua informasi terpampang jelas di rambu-rambu jalanan.

Highway antar kota hanya memiliki dua jalur, tapi ini sudah lebih dari cukup, karena jalanannya sepi sekali. Mobil hanya sesekali berpapasan, rumah penduduk hanya di beberapa tempat, warung jelas tidak ada. Jadi kalau amit-amit terjadi kecelakaan atau kerusakan kendaraan, mungkin akan butuh waktu cukup lama sampai pertolongan datang.

Positifnya waktu berkendara pun dapat diprediksi dengan tepat. Yang perlu diperhatikan saat berkendara di highway adalah banyaknya jasad kelinci/possum yang mati di jalanan, juga binatang-binatang, seperti kelinci, domba, atau sapi yang tiba-tiba nyelonong di jalanan.

rentcar4

Rata-rata seperti inilah perjalanan darat di New Zealand: Jalan yang sepi, nyaris tidak ada mobil lain, langit biru, hamparan ladang hijau, pegunungan dan lembah sejauh mata memandang.

Sebagian besar jalanan berkelok-kelok, bersisian dengan jurang atau perbukitan. Saat hujan mungkin akan licin dan berkabut, dan saat musim dingin jalanan akan menjadi icy, jadi perlu ekstra hati-hati. Sekali lagi patuhi setiap rambu dan speed limit.

Di highway antar kota juga tidak ada lampu penerangan jalan, jadi saat malam akan sangat gelap sekali. Dalam perjalanan kami kemarin, kami tidak menemui kendala yang berarti, karena kami pergi di musim panas, di mana matahari terbenam sekitar jam setengah sepuluh malam. Hujan pun tidak pernah deras, hanya rintik-rintik. Namun beberapa kali kami harus menembus kabut yang cukup tebal, dengan jarak pandang hanya beberapa ratus meter. Berkendara di musim dingin mungkin akan lebih menantang karena jalanan licin dan waktu terang yang lebih pendek.

rentcar6

Menembus kabut ketika menuju Akaroa.

Saya hanya pernah melihat satu mobil polisi di highway menuju Akaroa dari Christchurch, entah karena polisinya lagi liburan atau memang jarang ada polisi di New Zealand, tapi mungkin speed camera bertebaran dimana-mana.

Highway tidak dikenakan biaya, dan hanya di dalam kota Auckland saya melihat highway besar seperti di jalan tol Jakarta, highway lainnya terlihat seperti jalur pantura. Batas kecepatan di highway adalah 100km/jam, sedangkan di dalam kota adalah 50km/jam.

Yang unik adalah jembatan-jembatan di highway antar kota hanya memiliki satu jalur, entah karena alasan apa, jadi mobil di sisi jalan dengan rambu Give Way harus berhenti untuk membeli jalan bagi mobil di sisi jalan yang lain.

Jembatan yang hanya memiliki satu jalur.

Jembatan yang hanya memiliki satu jalur.

rentcar7

Homer Tunnel di dekat Milford Sound, terowongan satu jalur sepanjang 1,2km yang menembus gunung. Sistem di terwongan ini adalah bergantian, jadi penting sekali untuk memperhatikan traffic light di kedua ujung terowongan.

Harga bensin mahal. Satu liter bensin regular berkisar di harga NZD1,9 atau sekitar IDR19.000 (harga Pertamax Plus masih jauh lebih murah). Mobil kami kemarin membutuhkan sekitar 45 liter untuk mencapai full tank dan bisa menempuh jarak sekitar 300-an kilometer.

Harga parkir mobil pun bervariasi. Di kota-kota kecil parkir di pinggir jalan raya biasanya gratis, yang perlu diperhatikan adalah batas waktu di rambu jalan; P60 berarti mobil dapat parkir selama 60 menit secara cuma-cuma. Walaupun saya kurang tahu bagaimana mereka mengontrolnya, karena tidak ada karcis parkir.

Parkir di pusat kota adalah berbayar, karena kami harus parkir di gedung parkir. Tarifnya bervariasi, mulai dari NZD2 per jam, dan yang paling mahal adalah NZD6 per 30 menit yaitu di Britomart, Auckland.

Di atas jam enam sore dan hari libur, parkir di pinggir jalan raya pusat kota gratis. Kami mendapatkan tarif sangat hemat untuk parkir di depan apartemen Auckland, NZD4 saja untuk biaya parkir selama dua hari, karena bertepatan dengan hari libur Tahun Baru.

Pom bensin dan pembayaran parkir semuanya self-service. Di pom bensin kita harus mengisi bahan bakar sendiri, dan pembayaran parkir dilakukan melalui mesin. Meski tidak murah, menyewa dan menyetir mobil di New Zealand adalah pilihan transportasi yang tepat jika berlibur bersama anak-anak. Bonusnya adalah bisa berhenti semena-mena untuk berfoto-foto narsis.

rentcar3

Membeli tiket parkir.

Tips Menyewa dan Menyetir Mobil di New Zealand
1. Pesanlah mobil jauh-jauh hari, khususnya saat high season dan untuk mobil berukuran besar, agar pilihan mobil masih tersedia banyak.
2. Jika berpergian dengan anak-anak, perhatikan waktu perjalanan dan jarak, agar bisa berhenti di kota persinggahan untuk makan dan beristirahat. Berhentilah setiap dua jam sekali agar anak-anak bisa keluar dari car seat dan stretch out.
3. Siapkan cemilan dan minuman di mobil, karena jarak kota terdekat bisa mencapai ratusan kilometer, dan tidak ada warung di pinggir jalan.
4. Isilah bensin sampai penuh sebelum berangkat atau di kota persinggahan. Pom bensin selanjutnya juga bisa berjarak ratusan kilometer.
5. Meski pemandangannya indah, anak-anak tidak peduli akan hal ini. Road trip di New Zealand jaraknya cukup jauh, jadi siapkan mainan/bacaan/tablet agar mereka tidak bosan dan tidak minta turun dari car seat saat mobil sedang berjalan.

Advertisements

One thought on “Menyewa dan Menyetir Mobil di New Zealand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s